Lewati ke konten
Logo PPTSB PPTSB

Tingkatkan Keberhasilan Restorasi Lahan Kritis di Kawasan Kaldera Toba, PWBI, PPTSB, dan PJT I Gelar Pelatihan Perbanyakan Tanaman Endemik di Samosir

· Kegiatan Lingkungan Hidup

Pelatihan Perbanyakan Tanaman Endemik di Samosir
SAMOSIR, SUMUT — Langkah nyata dalam memulihkan ekosistem dan menekan angka kegagalan penghijauan di kawasan Kaldera Toba terus digalakkan. Bertempat di Aula Sopo Mardame, Kawasan Tugu Toga Sinaga, Desa Urat II, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, diselenggarakan kegiatan Pelatihan Teknik Perbanyakan Tanaman Endemik Toba pada Sabtu (18/7/2026). 
Pelatihan ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (PWBI), Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boru (PPTSB), serta Perum Jasa Tirta I (PJTI). Acara ini diselenggarakan dalam kerangka mendukung restorasi lahan kritis di wilayah Toba Caldera UNESCO Global Geopark. 
 
Menjawab Tantangan Tingginya Tingkat Kematian Pohon Penghijauan
Isu utama dalam program konservasi dan reboisasi di Kabupaten Samosir selama ini adalah masih rendahnya tingkat keberhasilan penanaman. Hal tersebut dipicu oleh tingginya tingkat kematian bibit tanaman penghijauan serta rendahnya daya adaptasi terhadap iklim dan kondisi tanah setempat. 
Politeknik WBI meyakini bahwa keterlibatan aktif masyarakat adat dan penggunaan tanaman endemik lokal merupakan solusi mendasar. Tanaman endemik Toba terbukti memiliki daya adaptasi alami yang kuat, mampu mengikat tanah secara efektif guna mencegah erosi, serta menjaga keseimbangan ekologis wilayah penghijauan dalam jangka panjang. 
Melalui pelatihan ini, masyarakat dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya pembudidayaan tanaman lokal untuk mempercepat adaptasi tanaman muda di lapangan. 

 

Pembukaan Resmi dan Pemberian Bantuan Rumah Bibit
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal PPTSB, Drs. Edward Sinaga, MAP., yang didampingi oleh Cyrus Sinaga (Sekretaris Bidang II PPTSB) serta perwakilan dari Perum Jasa Tirta I, Wansen Manik, S.Tr.P.. 
Sebanyak 28 orang petani pelaku penghijauan dari Desa Pardomuan Nauli hadir sebagai peserta aktif pelatihan. 
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program, Ketua Tim Pelaksana sekaligus Fasilitator Kegiatan, Ibu Amelira H. Nasution, SP., M.Si. (yang juga menjabat sebagai Kaprodi Agribisnis Hortikultura PWBI), menyerahkan bantuan secara simbolis berupa, 1 Unit Rumah Bibit (Kebun Bibit) dan Peralatan Perbanyakan Tanaman dan Sarana Pembibitan kepada kelompok tani penghijauan Desa Pardomuan Nauli. 
 
 
 
Praktik Perbanyakan Partisipatif oleh Pakar Agronomi
Dalam sesi pelatihan teknis, pemateri Dr. Aldon Sinaga, MMA., Dosen Agribisnis Hortikultura PWBI, memberikan materi komprehensif terkait ragam jenis tanaman serta teknik perbanyakan vegetatif dan generatif tanaman endemik Toba. 
Sesi praktik perbanyakan tanaman bersama para petani berlangsung secara interaktif dan intensif dengan dukungan pendampingan langsung dari mahasiswa serta alumni PWBI, Ezra Simanjuntak, S.Tr.P. Kehadiran Ezra Simanjuntak di lapangan membantu memastikan setiap petani peserta pelatihan dapat mempraktikkan teknik pembiakan secara tepat, mulai dari metode sambung (grafting/modified cleft grafting), penanganan entres, hingga pengelolaan media tanam yang efisien. 
"Kegiatan pelatihan perbanyakan ini merupakan tahap penting untuk mendorong restorasi lahan kritis di Kabupaten Samosir. Kami ingin membekali masyarakat adat, khususnya marga Sinaga dan warga sekitar, untuk turut serta dalam pengelolaan pembibitan secara partisipatif," ujar Amelira H. Nasution. 
Melalui sinergi akademisi, alumni, BUMN, dan lembaga adat masyarakat, diharapkan kebun bibit yang dikelola mandiri oleh warga Desa Pardomuan Nauli dapat menjadi penyedia bibit berkualitas tinggi. Langkah ini optimis mampu meningkatkan daya tahan ekosistem Danau Toba serta mengembalikan keasrian dan kelestarian alam di Samosir secara berkelanjutan. 

Bagikan berita ini