Lewati ke konten
Logo PPTSB PPTSB

Sejak 1940

Tentang PPTSB

Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boru — wadah persatuan keluarga besar marga Sinaga dan boru di seluruh Indonesia.

"Parhatian Sibola Timbang, Parninggala Sibola Tali"

Tugu Toga Sinaga di Urat, Pulau Samosir

Sejarah Organisasi

Latar Belakang Marga Sinaga

Marga Sinaga merupakan salah satu marga tertua dalam suku Batak. Berdasarkan silsilah adat Batak, Sinaga merupakan keturunan generasi kelima dari Si Raja Batak.

Silsilah Marga Sinaga dari Si Raja Batak
Silsilah Marga Sinaga dari Si Raja Batak

Sinaga adalah anak sulung dari tujuh bersaudara laki-laki keturunan Si Raja Lontung (Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang, dan Siregar).

Seluruh keturunan marga Sinaga di dunia berasal dari Tiga Ompu (generasi ke-2) dan Sembilan Bapak/Ama (generasi ke-3), yaitu:

  1. Raja Bonor (Sinaga Bonor), menurunkan: Raja Pande, Raja Tiang Ditonga, Raja Suhut ni Huta
  2. Raja Ratus (Sinaga Ratus), menurunkan: Raja Nagodang, Raja Sitinggi, Raja Siongko
  3. Raja Uruk / Raja Hasagian (Sinaga Uruk), menurunkan: Raja Guru Hata Hutan, Raja Baritaraja, Raja Datu Hurung

Meskipun tersebar luas dengan latar belakang budaya, geografis, dan agama yang sangat beragam, seluruh keturunannya berkomitmen untuk tetap menggunakan satu marga tunggal, yaitu Marga Sinaga.

Sejarah Pendirian Organisasi

  • Tahun 1940: Organisasi pertama kali berdiri di Medan dengan nama Parsadaan Pomparan Toga Sinaga (PPTS) Medan, Langkat, dan Deli Serdang, untuk mengorganisir serta membantu perekonomian sesama marga Sinaga dan boru.
  • 29 April 1941: Mengingat sifat organisasi yang murni sosial dan tidak berpolitik, Pemerintah Hindia Belanda memberikan pengesahan resmi melalui Surat No. 8027 yang ditandatangani Wakil Gubernur Van Gelder.
  • 21–22 September 1966: Musyawarah Besar (MUBES) PPTS I di Gedung Bhayangkara, Medan, mengubah nama organisasi secara nasional menjadi PARSADAAN POMPARAN TOGA SINAGA DOHOT BORU (PPTSB).
  • Status hukum terkini: PPTSB resmi terdaftar sebagai perkumpulan berbadan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM R.I. Nomor AHU-0010904.AH.01.07. Tahun 2021.

Wisma TOSIN

Gedung Wisma TOSIN, Medan
Gedung Wisma TOSIN, Medan

Wisma TOSIN (TOga SINaga) adalah kantor sekretariat pusat sekaligus representasi fisik eksistensi organisasi di Kota Medan, beralamat di Jl. Bunga Terompet Ujung No. 139, Kel. Simpang Selayang, Kec. Medan Tuntungan, Medan 20131. Area ini memiliki dua gedung multifungsi: pusat administrasi & sekretariat yang mengoordinasikan 18 Wilayah dan 155 Cabang, serta pusat pertemuan dan rapat (Rakernas, pelantikan pengurus, LBH Toga Sinaga, Generasi Muda PPTSB). Wisma ini juga menjadi wadah upacara adat (ulaon adat) dan kegiatan sosial keagamaan keluarga besar PPTSB.

Kawasan Tugu Toga Sinaga

Rumah Bolon di Kawasan Tugu Toga Sinaga, Samosir
Rumah Bolon di Kawasan Tugu Toga Sinaga, Samosir

Sebagai simbol fisik kesatuan marga, PPTSB memiliki Kompleks Tugu Parsadaan Toga Sinaga di Urat, Pulau Samosir. Pembangunannya dimulai pasca Mubes I tahun 1966 dan diresmikan secara adat pada 7–14 Juni 1970. Kompleks ini terus direvitalisasi dengan Ruang Pertemuan (kapasitas 500 orang), Replika Rumah Adat Batak (Ruma Bolon), dan panggung terbuka (Openstage Amphitheater), serta dikembangkan sebagai pusat pengelolaan air bersih dan kawasan percontohan pertanian di Kabupaten Samosir.

Filosofi, Visi & Misi

Filosofi

Sebagai organisasi berbasis marga Batak, PPTSB memiliki nilai dasar yang dinyatakan dalam semboyan filosofis "Parhatian Sibola Timbang, Parninggala Sibola Tali", agar keluarga besar Sinaga selalu bersikap dan bertindak adil, arif, serta bijaksana.

Visi

Terwujudnya Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga yang Sejahtera dan Berbudaya.

Misi

  1. Meningkatkan persatuan dan kesatuan marga Sinaga beserta keturunannya.
  2. Pengembangan dan penguatan kelembagaan organisasi.
  3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
  4. Meningkatkan kesejahteraan warga Sinaga pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
  5. Mengembangkan serta melestarikan adat istiadat dan budaya Batak.
Ir. Edison Sinaga

Sambutan Ketua Umum

Syalom dan salam sejahtera bagi kita semua,
Horas!
Yang saya hormati para tokoh adat, penasihat, pengurus di seluruh jajaran, serta yang saya banggakan seluruh keluarga besar PPTSB (Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dan Boruna) yang saya cintai dan saya banggakan.
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan kasih-Nya, kita dapat terus melangkahkan kaki bersama dalam wadah kekeluargaan PPTSB yang kita cintai ini.
PPTSB bukan sekadar sebuah organisasi kemasyarakatan atau perkumpulan marga biasa. PPTSB adalah rumah besar tempat kita merawat identitas, mempererat tali dalihan na tolu, serta melestarikan warisan leluhur Toga Sinaga dohot boruna. Keberadaan PPTSB selama ini telah menjadi pilar perekat persatuan, wadah saling menopang dalam duka, dan tempat berbagi sukacita di mana pun warga Toga Sinaga berada.
Menatap masa depan, tantangan zaman semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, harapan besar saya untuk PPTSB ke depan adalah:
  1. PPTSB yang Makin Solid dan Adaptif: Kita ingin PPTSB tumbuh menjadi wadah yang tidak hanya kuat secara adat dan budaya, tetapi juga responsif terhadap perkembangan teknologi dan modernisasi.
  2. Pemberdayaan Generasi Muda: Generasi muda Sinaga harus menjadi garda terdepan. PPTSB ke depan harus berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, dan kewirausahaan bagi para generasi muda.
  3. Kontribusi Nyata bagi Masyarakat: Semoga PPTSB terus berdampak luas—tidak hanya bermanfaat bagi internal keluarga besar Sinaga, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi bangsa, negara, dan sesama.
Mari kita jaga terus rasa persaudaraan ini. Satu hati, satu jiwa, saling mengasihi, dan saling menopang.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati seluruh keluarga besar PPTSB di mana pun berada.
Horas! Horas! Horas!

Ir. Edison Sinaga
Ketua Umum Pengurus Pusat PPTSB

Peta sebaran anggota PPTSB

Jangkauan, Demografi & Lembaga Sayap

Jangkauan Wilayah dan Cabang

Hingga data terbaru tahun 2026, PPTSB telah berkembang dengan jangkauan administratif mencakup 18 Wilayah dan 155 Cabang di seluruh Indonesia, termasuk Cabang Khusus Pelaut Sedunia yang berpusat di Tanjung Priok, DKI Jakarta.

Demografi

Jumlah anggota PPTSB yang terdata (Basis Data 2022) adalah 1.054.073 jiwa dari 224.743 Kepala Keluarga, tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sumatera Utara menempati basis terbesar (lebih dari 713.017 jiwa), disusul DKI Jakarta (~95.987 jiwa) dan Riau (~65.683 jiwa). Lebih dari 50% anggota berada di wilayah perdesaan.

Profesi Keluarga Besar PPTSB

  • Wirausaha: pilar utama profesi anggota, mencapai 53% dari total populasi anggota.
  • Sektor formal (TNI/Polri, PNS/ASN, Swasta/BUMN): sekitar 30%.
  • Rasio intelektual: profesi Dosen 0,4% (rata-rata nasional 0,1%) dan Guru 3,8% (rata-rata nasional 0,99%).

Lembaga Sayap

Program Kepemudaan & Beasiswa — Apresiasi Prestasi Pendidikan dan Beasiswa PPTSB untuk peningkatan SDM keturunan Sinaga yang berprestasi.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Toga Sinaga — didirikan sejak 2017, memberikan pendampingan hukum gratis maupun reguler, khususnya di Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Kenali pengurus PPTSB

Lihat susunan pengurus pusat, wilayah, dan cabang.