Sejarah Organisasi
Latar Belakang Marga Sinaga
Marga Sinaga merupakan salah satu marga tertua dalam suku Batak. Berdasarkan silsilah adat Batak, Sinaga merupakan keturunan generasi kelima dari Si Raja Batak.

Sinaga adalah anak sulung dari tujuh bersaudara laki-laki keturunan Si Raja Lontung (Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang, dan Siregar).
Seluruh keturunan marga Sinaga di dunia berasal dari Tiga Ompu (generasi ke-2) dan Sembilan Bapak/Ama (generasi ke-3), yaitu:
- Raja Bonor (Sinaga Bonor), menurunkan: Raja Pande, Raja Tiang Ditonga, Raja Suhut ni Huta
- Raja Ratus (Sinaga Ratus), menurunkan: Raja Nagodang, Raja Sitinggi, Raja Siongko
- Raja Uruk / Raja Hasagian (Sinaga Uruk), menurunkan: Raja Guru Hata Hutan, Raja Baritaraja, Raja Datu Hurung
Meskipun tersebar luas dengan latar belakang budaya, geografis, dan agama yang sangat beragam, seluruh keturunannya berkomitmen untuk tetap menggunakan satu marga tunggal, yaitu Marga Sinaga.
Sejarah Pendirian Organisasi
- Tahun 1940: Organisasi pertama kali berdiri di Medan dengan nama Parsadaan Pomparan Toga Sinaga (PPTS) Medan, Langkat, dan Deli Serdang, untuk mengorganisir serta membantu perekonomian sesama marga Sinaga dan boru.
- 29 April 1941: Mengingat sifat organisasi yang murni sosial dan tidak berpolitik, Pemerintah Hindia Belanda memberikan pengesahan resmi melalui Surat No. 8027 yang ditandatangani Wakil Gubernur Van Gelder.
- 21–22 September 1966: Musyawarah Besar (MUBES) PPTS I di Gedung Bhayangkara, Medan, mengubah nama organisasi secara nasional menjadi PARSADAAN POMPARAN TOGA SINAGA DOHOT BORU (PPTSB).
- Status hukum terkini: PPTSB resmi terdaftar sebagai perkumpulan berbadan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM R.I. Nomor AHU-0010904.AH.01.07. Tahun 2021.
Wisma TOSIN

Wisma TOSIN (TOga SINaga) adalah kantor sekretariat pusat sekaligus representasi fisik eksistensi organisasi di Kota Medan, beralamat di Jl. Bunga Terompet Ujung No. 139, Kel. Simpang Selayang, Kec. Medan Tuntungan, Medan 20131. Area ini memiliki dua gedung multifungsi: pusat administrasi & sekretariat yang mengoordinasikan 18 Wilayah dan 155 Cabang, serta pusat pertemuan dan rapat (Rakernas, pelantikan pengurus, LBH Toga Sinaga, Generasi Muda PPTSB). Wisma ini juga menjadi wadah upacara adat (ulaon adat) dan kegiatan sosial keagamaan keluarga besar PPTSB.
Kawasan Tugu Toga Sinaga

Sebagai simbol fisik kesatuan marga, PPTSB memiliki Kompleks Tugu Parsadaan Toga Sinaga di Urat, Pulau Samosir. Pembangunannya dimulai pasca Mubes I tahun 1966 dan diresmikan secara adat pada 7–14 Juni 1970. Kompleks ini terus direvitalisasi dengan Ruang Pertemuan (kapasitas 500 orang), Replika Rumah Adat Batak (Ruma Bolon), dan panggung terbuka (Openstage Amphitheater), serta dikembangkan sebagai pusat pengelolaan air bersih dan kawasan percontohan pertanian di Kabupaten Samosir.
Filosofi, Visi & Misi
Filosofi
Sebagai organisasi berbasis marga Batak, PPTSB memiliki nilai dasar yang dinyatakan dalam semboyan filosofis "Parhatian Sibola Timbang, Parninggala Sibola Tali", agar keluarga besar Sinaga selalu bersikap dan bertindak adil, arif, serta bijaksana.
Visi
Terwujudnya Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga yang Sejahtera dan Berbudaya.
Misi
- Meningkatkan persatuan dan kesatuan marga Sinaga beserta keturunannya.
- Pengembangan dan penguatan kelembagaan organisasi.
- Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
- Meningkatkan kesejahteraan warga Sinaga pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
- Mengembangkan serta melestarikan adat istiadat dan budaya Batak.
Sambutan Ketua Umum
- PPTSB yang Makin Solid dan Adaptif: Kita ingin PPTSB tumbuh menjadi wadah yang tidak hanya kuat secara adat dan budaya, tetapi juga responsif terhadap perkembangan teknologi dan modernisasi.
- Pemberdayaan Generasi Muda: Generasi muda Sinaga harus menjadi garda terdepan. PPTSB ke depan harus berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, dan kewirausahaan bagi para generasi muda.
- Kontribusi Nyata bagi Masyarakat: Semoga PPTSB terus berdampak luas—tidak hanya bermanfaat bagi internal keluarga besar Sinaga, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi bangsa, negara, dan sesama.
Ir. Edison Sinaga
Ketua Umum Pengurus Pusat PPTSB
Jangkauan, Demografi & Lembaga Sayap
Jangkauan Wilayah dan Cabang
Hingga data terbaru tahun 2026, PPTSB telah berkembang dengan jangkauan administratif mencakup 18 Wilayah dan 155 Cabang di seluruh Indonesia, termasuk Cabang Khusus Pelaut Sedunia yang berpusat di Tanjung Priok, DKI Jakarta.
Demografi
Jumlah anggota PPTSB yang terdata (Basis Data 2022) adalah 1.054.073 jiwa dari 224.743 Kepala Keluarga, tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sumatera Utara menempati basis terbesar (lebih dari 713.017 jiwa), disusul DKI Jakarta (~95.987 jiwa) dan Riau (~65.683 jiwa). Lebih dari 50% anggota berada di wilayah perdesaan.
Profesi Keluarga Besar PPTSB
- Wirausaha: pilar utama profesi anggota, mencapai 53% dari total populasi anggota.
- Sektor formal (TNI/Polri, PNS/ASN, Swasta/BUMN): sekitar 30%.
- Rasio intelektual: profesi Dosen 0,4% (rata-rata nasional 0,1%) dan Guru 3,8% (rata-rata nasional 0,99%).
Lembaga Sayap
Program Kepemudaan & Beasiswa — Apresiasi Prestasi Pendidikan dan Beasiswa PPTSB untuk peningkatan SDM keturunan Sinaga yang berprestasi.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Toga Sinaga — didirikan sejak 2017, memberikan pendampingan hukum gratis maupun reguler, khususnya di Sumatera Utara dan Jawa Timur.
Kenali pengurus PPTSB
Lihat susunan pengurus pusat, wilayah, dan cabang.