Rakernas Hybrid Pertama, Diikuti 297 Peserta dan 193 Akun Daring
MEDAN – Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boru (PPTSB) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 pada 31 Januari–1 Februari 2026 di Wisma Tosin, Medan. Mengusung tema "Generasi Muda PPTSB Lebih Maju dan Terdepan", Rakernas ini menjadi rakernas penutup kepengurusan periode 2022–2026.
MEDAN – Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boru (PPTSB) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 pada 31 Januari–1 Februari 2026 di Wisma Tosin, Medan. Mengusung tema "Generasi Muda PPTSB Lebih Maju dan Terdepan", Rakernas ini menjadi rakernas penutup kepengurusan periode 2022–2026.
Untuk pertama kalinya, Rakernas PPTSB digelar secara hybrid. Sebanyak 297 peserta hadir langsung di Medan, sementara 193 akun Zoom, mewakili lebih dari 200 orang, mengikuti dari berbagai daerah.
Peserta yang hadir berasal dari Pengurus Pusat, Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Pemangku Adat, Dewan Pakar, Pengawas, 47 pengurus wilayah, 144 pengurus cabang dan cabang khusus, 29 pengurus sektor, Yayasan Toga Sinaga, peninjau, serta panitia.
"Rakernas tahun ini istimewa karena tidak hanya merumuskan program kerja 2026, tetapi juga menyiapkan gagasan bagi Musyawarah Besar PPTSB 2026," ujar Ketua Umum PPTSB, Ir. Edison Sinaga.
Dibuka dengan Ibadah dan Penandatanganan MoA dengan Ganesha Operation
Rangkaian Rakernas diawali jamuan makan malam pembuka pada Sabtu, 31 Januari 2026, yang dihadiri sekitar 100 peserta dan panitia. Peserta dari luar kota ditempatkan di Hotel Grand Impression, Jl. Setia Budi, Medan.
Pada Minggu, 1 Februari 2026, acara dibuka dengan ibadah yang dilayani Pdt. Hulman Sinaga dengan tema khotbah "Allah Hadir untuk Menyelamatkan UmatNya". Ibadah diikuti 120 orang.
Upacara pembukaan yang diikuti 228 peserta diisi dengan lagu Indonesia Raya, Mars PPTSB, laporan Ketua Panitia Prof. Dr. Jon Piter Sinaga, M.Kes, sambutan Dewan Penasehat dan Dewan Pembina, serta arahan Ketua Umum yang sekaligus membuka Rakernas.
Momen penting pembukaan adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara PPTSB dan PT Pendidikan Ganesha Operation. Direktur Utama Ganesha Operation, Prof. Dr. Ir. Bob Foster, MM, menyampaikan paparan sebelum kedua pihak bertukar cendera mata. Kerja sama ini diharapkan membuka akses pendidikan bagi generasi muda warga Sinaga.
Evaluasi Kinerja: Capaian Nyata dan Pekerjaan Rumah
Sidang Pleno I dan II mengevaluasi pelaksanaan program 2024–2025. Laporan disampaikan Ketua I, Ketua II, Ketua III, Sekretaris Jenderal, Bendahara, serta perwakilan Cabang Pematang Siantar dan Wilayah Riau.
Sejumlah capaian dilaporkan dalam sidang:
- Pendidikan: apresiasi prestasi diberikan kepada 310 putra-putri warga PPTSB dari 98 cabang di Indonesia.
- Lingkungan hidup: penghijauan tahun kedua seluas 50 hektare di Samosir dan pengadaan dua kebun bibit berkapasitas masing-masing 10.000 bibit.
- Perempuan: peringatan Hari Kebaya Nasional 2025, pelatihan ecoprint dan daur ulang sampah, serta seminar anti kekerasan terhadap perempuan.
- Sejarah dan budaya: penulisan Buku Sejarah Toga Sinaga dan pemantauan kompleks Tugu Toga Sinaga terus berjalan.
Rakernas juga mencatat tantangan. Pendataan anggota terkendala rendahnya respons, kegiatan kepemudaan belum banyak terlaksana, dan baru 13 dari 146 cabang serta 5 dari 19 wilayah yang rutin menyetor iuran.
Peserta mendorong pembentukan tim pengelola database warga secara berjenjang, penguatan LBH Sinaga, pendaftaran hak cipta Mars PPTSB, serta pengembangan koperasi dan UMKM perempuan. Departemen Perempuan juga akan menginisiasi Posko Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan.
Paparan Cabang Pematang Siantar, yang mencatat 40 sektor dan 1.767 KK dalam buku induk, mendapat apresiasi. Peserta daring bahkan meminta materinya dibagikan sebagai contoh bagi cabang lain.
Lima Hasil Utama Rakernas Menuju Mubes XVI
Sidang Pleno III yang dipimpin Ketua Umum Ir. Edison Sinaga, Sekjen Eduard Sinaga, SH, MAP, dan Waketum III Elianto Sinaga menghasilkan lima rekomendasi:
- Percepatan program kerja Pengurus Pusat di sisa masa kepengurusan 2022–2026.
- Tim Perumus Penyempurnaan AD/ART, yang akan meninjau dan menyusun naskah akademik perubahan AD/ART untuk dibahas di Mubes.
- Tim Perumus Program Kerja PPTSB 2026–2030, yang mengevaluasi program 2022–2026 dan menyusun draf program serta tema tahunan.
- Tim Perumus Pengembangan Organisasi Pemuda, yang mengkaji bentuk kelembagaan generasi muda agar terintegrasi sebagai lembaga penopang PPTSB.
- Bakal Panitia Mubes XVI PPTSB, dengan struktur Steering Committee dan Organizing Committee.
Ketiga tim perumus dibentuk secara bottom-up, melibatkan unsur pusat, wilayah, dan cabang, lalu ditetapkan oleh BPH Pengurus Pusat. Hasil kerjanya akan dibawa ke rapat komisi dan paripurna Mubes XVI yang direncanakan pada Mei 2026.
Peserta Rakernas melalui BPH merekomendasikan susunan inti Panitia Mubes XVI:
Ketua Panitia : St. Prof. Dr. Jon Piter Sinaga, M.Kes
Sekretaris : Dr. Aldon Sinaga, MMA
Bendahara : Maria br. Sinaga
Ketua Steering Committee : St. YAS Sinaga
Ketua Organizing Committee : Cyrus Sinaga
Formasi lengkap panitia akan disusun Ketua Panitia bersama BPH PPTSB.
Ajakan untuk Seluruh Warga Sinaga
Rakernas turut mengajak warga PPTSB mendukung reboisasi kawasan Danau Toba, termasuk penanaman pohon di Pusuk Buhit pada 16 Februari 2026. Peserta juga menekankan perlunya website dan pengelolaan kanal digital yang lebih profesional agar kegiatan organisasi menjangkau generasi muda.
Rakernas yang dibiayai dana kas PPTSB Pusat dan partisipasi pengurus wilayah serta cabang ini dapat disaksikan ulang melalui siaran langsung di YouTube dan liputan TVRI. Dokumentasi foto tersedia di album resmi Rakernas.
Horas!